Senin, 05 November 2012

BAHAN KOMSEL

Minggu I

PDF Print E-mail
Written by Rofnie Tampung    Tuesday, 23 October 2012 13:34
MENGIKUTI JEJAK KRISTUS
S1 – SEMBAH DAN PUJI (20 Menit)

S2 – SUASANA
Apakah berkat rohani yang Anda dapatkan dari renungan harian Nilai Kehidupan sepanjang minggu ini? Ceritakanlah secara singkat di dalam kelompok.

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50 Menit)
BACAAN: ROMA 8:26-30
Sebagai seorang pribadi, kita tentu memiliki perasaan, pikiran dan juga kehendak. Panggilan kita adalah menjadikan semua itu serupa dengan apa yang ada pada Yesus Kristus. Bagaimanapun, hal itu adalah sebuah proses di dalam kehidupan kita, bukan perkara yang sekali jadi. Karena itu kita harus menyeleraskan kehidupan kita dengan Yesus setiap hari dalam beberapa hal ini:

1. SEPERASAAN DENGAN KRISTUS (FIL 2:5)
Apa yang Yesus rasakan adalah bagaimana Ia tidak mementingkan perasaanNya sendiri di atas orang lain. Ia merasakan apa yang orang lain rasakan, agar dapat memberi teladan dan memberi jalan keluar. Acapkali dalam kehidupan kita, kita harus belajar bagaimana ‘mengorbankan perasaan’ kita sendiri dalam komunitas kita sebagai orang percaya. Belajar juga untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Pernahkah Anda berkorban perasaan untuk kepentingan orang lain? Bisa ceritakan pengalaman Anda?

2. SEPIKIRAN DENGAN KRISTUS (KOL 3:1-2)
Rasul Paulus menggunakan istilah ‘atas’ dan ‘bawah’ untuk membedakan antara yang sorgawi dan duniawi. Jadi, ketika dia menyatakan, “Pikirkanlah perkara yang di atas...” itu berarti ia ingin agar kita memikirkan apa yang Kristus pikirkan. Memenuhi pikiran kita dengan apa yang juga dipikirkan Kristus. Apa yang dipikirkan Kristus? Filipi 4:8 menyatakan: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Langkah-langkah praktis apakah yang Anda lakukan agar pikiran Anda dipenuhi pikiran Kristus?

3. SEKEHENDAK DENGAN KRISTUS (MARK 14:36)
Dari peristiwa di taman Getsemani, kita bisa belajar tentang kehendak pribadi yang ditundukkan kepada kehendak Allah. Yesus meneladankan bahwa Ia harus taat pada ‘agenda’ BapaNya, meskipun Yesus bisa punya kehendak lain. Ketundukkan dan kepasrahan inilah yang harus diteladani dalam hidup kita agar sekehendak dengan Kristus.  Hal tersulit apakah yang menghambat kita untuk menundukkan kehendak pada kehendakNya? Mengapa?

S4 – SASARAN DAN RENCANA (10 Menit)
Apakah tindakan nyata yang akan Anda ambil bersama-sama dengan kelompok Anda untuk menjadi serupa dan mengikuti jejak Kristus?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar